Selasa, 22 Mei 2012

Justice For The 96

Sekitar 15.000 suporter travelling fans berangkat lebih awal dari Liverpool dan berbondong-bondong menuju stadion Hillsborough, Sheffield. Mereka datang guna mendukung Liverpool yang akan segera menjalani partai semifinal piala FA 1989 menghadapi Nottingham Forest, Sabtu pagi yang cerah membawa atmosfer yang bagus dan semangat menggelora ditunjukkan para suporter untuk mendukung Liverpool. Mereka tak mempedulikan bagaimana cara mereka datang ke Sheffield. apakah menggunakan bus atau kereta api. Yang pasti semua supporter menggambarkan hari sabtu itu seperti hari karnaval. Hari itu, semua jiwa bersatu untuk mendukung Liverpool. Namun nampakanya semua akan berubah hanya dalam 1 jam saja, Liverpool pada saat itu diprediksikan akan dapat mengalahkan Nottingham Forest yang menjadi pesakitan tahun sebelumnya di tempat yang sama, Tiket pertandingan di Hillsborough yang biasanya tidak terjual habis, khusus hari itu, Liverpool yang menjadi alasan tiket terjual habis. Namun kacaunya panitia tidak memperhitungkan jumlah fans Liverpool yang datang dengan tempat di mana supporter Liverpool kelak ditempatkan di Tempat di mana akan menjadi saksi sejarah tragedi sepakbola terbesar di Inggris. “ ladang kematian“ bernama " The Lapping Lane.

Panitia mengalokasikan kapasitas tempat untuk 14.000 ribu tribun berdiri di lapping lane yang notabene satu-satunya tribun kecil di sana, Yang lebih tidak masuk akal lagi, Polisi memilih memilih Spion Kop End yang memuat sekitar 21.000 orang untuk menampung supporter Nottingham. Logikanya, Daya tarik pertandingan tersebut ditujukkan untuk fans Liverpool, namun polisi lebih memilih " mengamakan " suporter Nottingham. Otomatis, salah persepsi para petugas keamana dan panitia setempat menjadi awal bencanannya. Suporter datang dengan jumlah yg sangat besar
The Lapping lane hanya mampu memuat sekitar 14,600 orang namun hari itu jumlah suporter yang datang sudah di luar perkiraan.

Pukul 2 pm para suporter kedua belah kubu mulai berdatangan dalam jumlah besar dengan kawalan polisi berkuda setempat. Kerumunan supporter menjadi alasan polisi setempat memperketat keamanan di sekitar stadion dan mengambil alih pengawasan para supporter
Pukul 2.30 pm , kerumunan sekitar pagar masuk semakin meluap saat turnstile (pintu masuk berputar) dibuka. Aliran supporter Liverpool dengan jumlah besar masuk bagaikan longsoran manusia dan segera menempati tribun tersebut.

Bisa dibayangkan 10.000 orang mengalir masuk ke dalam The Lapping Lane dengan hanya menyediakan 3 gerbang masuk dan 7 pintu masuk putar. Dipastikan ini sangat tidak kemanusiawian yang dapat mendeskripsikan keadaan saat itu dengan keadaan stadion yang penuh sesak dan pengap. Suporter Liverpool yang masih tertinggal diluar sekitar 2000-5000 orang berusaha merengsek masuk ke dalam stadion. diantaranya tanpa tiket. Menurut pengakuan petugas keamanan yang bertugas di luar stadion mengganggap desakan para supporter Liverpool masuk ke dalam stadion disebabkan karena banyak dari mereka yang dalam pengaruh alkohol dalam jumlah besar. Hal tersebut yang menjadi acuan utama para penyelidik untuk mengamati kronologi kejadian tersebut dan sebagai barang bukti utamanya.

Namun pada akhirnya semuanya akan dibantah dan sangat tidak rasional saat semua suporter yg sangat antusias dituduh dalam pengaruh alcohol. Lanjut ke TKP, mendengar volume manusia yang berusaha masuk kedalam stadion semakin menggila dan untuk mengantisipasi jatuhnya korban. inspektur Marshal di sana yang hari itu bertugas,David Duckenfireld memerintahakn untuk membuka gerbang C dimana sektor 3 dan 4 berada. Sektor 3 dan 4 yang saat itu sudah penuh sesak dengan fans yang sudah berada di dalamnya sebelumnya. Akibatnya " Fatal Crush " terjadi.
Sebelum Duckenfield mampu memerintahkan official untuk menunda kick off, Aliran manusia dalam jumlah besar masuk tanpa mampu dihentikan. Aliran manusia mengalir deras masuk ke gerbang C dan memenuhi blok tiga dan empat yang sudah dipenuhi oleh fans sebelumnya, Para supporter yang berada di kedua blok tersebut terdesak ke depan dan terjempit di antara pagar pembatas “ ladang kematian “ tersebut. Keputusan Duckenfield untuk membuka gerbang C sangat fatal akibatnya. Keputusan dia sangat terburu-buru. Logikanya, Seharusnya sebelum Duckenfield memutuskan untuk membuka gerbang C, dia harus meminta konfirmasi petugas yang berada di blok 3 dan 4 , apakah kedua blok tersebut mampu menampung tambahan supporter atau tidak, namun semuanya terlambat.

Akibatnya 96 fans Liverpool tewas terjepit, terinjak dan kehabisan oksigen di dalam ladang kematian tersebut. Rincian korbannya:
89 suporter pria dan 7 perempuan meninggal di tempat kejadian dan saat di bawa ke rumah sakit. Sepertiga dari korban meninggal berumur 20 tahun. Korban termuda adalah seorang anak laki-laki berumur 10 tahun bernama Jon Paul Gihooley yang merupakan sepupu Steven Gerrard. Korban meninggal banyak ditemukan di blok 3 dan korban injury banyak di temukan di sektor 3 dan sebagian sektor 4. Sekitar 730 di dalam dan 36 suporter di luar stadion menderita cedera ringan hingga parah seperti brain malfunction(kekurangan oksigen).
Kisah memilukan terjadi kepada salah satu korban yang terakhir meninggal, Tony Bland.
Tony Bland merupakan korban selamat yang meninggal 3 tahun setelah kejadian. Dia mengalami kerusakan otak parah. Tony Bland mengalami kerusakan otak yang memaksa dia hidup dalam setengah koma selama 3 tahun di rumah sakit.. Pada 3 March 1993 dia meninggal di hospital atas kesepakatam pihak keluarganya dan para doktor melalui cara " dipaksa meninggal
Dia merupakan pasien pertama di Inggris yang diperbolehkan meninggal oleh hukum Inggris. Dia meninggal dengan cara asupan gizinya dihentikan.
Kegagalan polisi dalam mengontrol laju aliran para supporter dinilai sebagai penyebab utama tragedi tersebut. Penyilidkan mengenai penyebab2 tragedi Hillsborough terjadi segera dilakukan oleh kepolisian Inggris..
 

Nama-nama korban meninggal Tragedi Hillsborough :

* John Alfred Anderson (62)
* Colin Mark Ashcroft (19)
* James Gary Aspinall (18)
* Kester Roger Marcus Ball (16)
* Gerard Bernard Patrick Baron (67)
* Simon Bell (17)
* Barry Sidney Bennett (26)
* David John Benson (22)
* David William Birtle (22)
* Tony Bland (22)
* Paul David Brady (21)
* Andrew Mark Brookes (26)
* Carl Brown (18 )
* David Steven Brown (25)
* Henry Thomas Burke (47)
* Peter Andrew Burkett (24)
* Paul William Carlile (19)
* Raymond Thomas Chapman (50)
* Gary Christopher Church (19)
* Joseph Clark (29)
* Paul Clark (18 )
* Gary Collins (22)
* Stephen Paul Copoc (20)
* Tracey Elizabeth Cox (23)
* James Philip Delaney (19)
* Christopher Barry Devonside (18 )
* Christopher Edwards (29)
* Vincent Michael Fitzsimmons (34)
* Thomas Steven Fox (21)
* Jon-Paul Gilhooley (10)
* Barry Glover (27)
* Ian Thomas Glover (20)
* Derrick George Godwin (24)
* Roy Harry Hamilton (34)
* Philip Hammond (14)
* Eric Hankin (33)
* Gary Harrison (27)
* Stephen Francis Harrison (31)
* Peter Andrew Harrison (15)
* David Hawley (39)
* James Robert Hennessy (29)
* Paul Anthony Hewitson (26)
* Carl Darren Hewitt (17)
* Nicholas Michael Hewitt (16)
* Sarah Louise Hicks (19)
* Victoria Jane Hicks (15)
* Gordon Rodney Horn (20)
* Arthur Horrocks (41)
* Thomas Howard (39)
* Thomas Anthony Howard (14)
* Eric George Hughes (42)
* Alan Johnston (29)
* Christine Anne Jones (27)
* Gary Philip Jones (18 )
* Richard Jones (25)
* Nicholas Peter Joynes (27)
* Anthony Peter Kelly (29)
* Michael David Kelly (38)
* Carl David Lewis (18 )
* David William Mather (19)
* Brian Christopher Mathews (38 )
* Francis Joseph McAllister (27)
* John McBrien (18 )
* Marion Hazel McCabe (21)
* Joseph Daniel McCarthy (21)
* Peter McDonnell (21)
* Alan McGlone (28 )
* Keith McGrath (17)
* Paul Brian Murray (14)
* Lee Nicol (14)
* Stephen Francis O'Neill (17)
* Jonathon Owens (18 )
* William Roy Pemberton (23)
* Carl William Rimmer (21)
* David George Rimmer (38)
* Graham John Roberts (24)
* Steven Joseph Robinson (17)
* Henry Charles Rogers (17)
* Colin Andrew Hugh William Sefton (23)
* Inger Shah (38 )
* Paula Ann Smith (26)
* Adam Edward Spearritt (14)
* Philip John Steele (15)
* David Leonard Thomas (23)
* Patrik John Thompson (35)
* Peter Reuben Thompson (30)
* Stuart Paul William Thompson (17)
* Peter Francis Tootle (21)
* Christopher James Traynor (26)
* Martin Kevin Traynor (16)
* Kevin Tyrrell (15)
* Colin Wafer (19)
* Ian David Whelan (19)
* Martin Kenneth Wild (29)
* Kevin Daniel Williams (15)
* Graham John Wright (17)


YOU'LL NEVER WALK ALONE
YOU WILL ALWAYS BE IN OUR HEARTS
JFT 96

Kenny Dalglish berpisah dengan Liverpool F.C

Liverpool dan King Kenny (julukan Kenny Dalglish) memutuskan untuk berpisah setelah kompetisi musim 2011/12 berakhir.

Kepastian itu didapat setelah Dalglish kembali dari pertemuan dengan manajemen Liverpool di Boston kemarin.

"Fenway Sports Group dan Liverpool FC mengumumkan bahwa Kenny Dalglish akan meninggalkan jabatannya hari ini sebagai manajer setelah kontraknya diakhiri," demikian pernyataan resmi Liverpool di laman resemi mereka.


"Setelah melakukan me-review musim ini secara hati-hati dan penuh perhitungan, pihak klub mengambil keputusan untuk melakukan perubahan yang dirasakan perlu." kata King Kenny.

Manajemen Liverpool juga menyatakan pencarian manajer baru akan langsung dilakukan secepatnya.

Bersama Dalglish, Liverpool berhasil meraih Piala Liga di musim ini, namun gagal di Liga Primer Inggris dengan hanya meraih 52 angka dan bercokol di peringkat sembilan klasemen akhir.

Jumat, 09 Maret 2012

penjaga gawang legendaris Liverpool

Rahasia dari setiap tim yang hebat dimulai dari belakang. Seperti yang Liverpool alami di medio awal 2000-an – Kita tidak bisa berharap untuk memenangkan gelar jika kita memiliki kiper bermasalah. Kiper anda harus memiliki rasa hormat dari anggota tim dan mampu menenangkan seluruh tim dengan kemampuannya.


dan Kiper legendaris Liverpool adalah:
Bruce Grobbelaar | Elisa Scott | Ray Clemence | Pepe Reina

Bruce Grobbelaar


Bagi saya, kiper terbesar dalam memori saya haruslah Bruce.
Ketika tumbuh dewasa, ia pasti tidak bisa membayangkan bahwa suatu hari dia akan bermain untuk tim Inggris paling sukses dan mengangkat Piala Eropa. Tumbuh dengan kemampuan yang hebat dalam berbagai cabang olahraga, Grobbelaar akhirnya untuk mendaftar National Service (Semacam Wajib Militer) di Angkatan Darat Rhodesia. Dua tahun mengabdi pada negara, sepakbola pastilah hal terakhir yang ada di pikirannya.

Sempat memperkuat Vancouver dan Crewe Alexandra, para pemandu bakat Liverpool menemukan bakatnya, dan kemudian di tahun 1980 ia pun dikontrak oleh Liverpool. Bruce memiliki tantangan yang sangat besar, karena yang harus digantikan olehnya adalah penjaga gawang legendaris Ray Clemence. Walaupun akhirnya ia pun menjadi pemain legendaris dengan caranya sendiri.
Selain kemampuannya memblok tembakan, ia juga memiliki kelincahan dan kelenturan ala pesenam. Tapi Grobbelaar mungkin paling terkenal untuk karakter anehnya, dengan kecerdasan unik yang membuatnya menjadi favorit para penggemar. Di lapangan, bagaimanapun, Bruce sering terlihat memarahi para pemain belakangnya jika ia merasa mereka tidak memberikan yang terbaik, jenis semangat dan tekad untuk sukses yang membuatnya semakin dicintai oleh The Kop.
Momen paling terkenal dalam karier Bruce mungkin terjadi di Adu Penalti final Piala Eropa 1984. Dari mulai mengunyah jaring gawang, dan lucu nya, trik kaki goyah-nya (yang kemudian diperagakan juga oleh Dudek di Istanbul), kejenakaan nya sudah cukup untuk mengganggu para penendang Roma dan membantu Liverpool mengangkat trofi keempat mereka di Eropa hanya dalam 8 tahun. Ini adalah refleksi kemampuan Grobbelaar di puncaknya, dengan kekuatan mental dan kepercayaan diri di level tertinggi.
Dengan memperkuat Liverpool di lebih dari 600 pertandingan, dan lemari medali yang sangat , Grobbelaar adalah calon yang sangat jelas untuk penjaga gawang terbesar yang pernah bermain untuk Liverpool.

Elisa Scott
Legenda Liverpool di masa lalu dan salah satu pemain yang paling lama berada di klub (21 tahun dan 52 hari untuk tepatnya). Dalam masa itu ia bermain dalam 467 pertandingan untuk Liverpool dengan rekor 137 clean sheets, yang hingga saat ini, ada di urutan 3 untuk rekor clean sheet bagi penjaga gawang di Liverpool. Ia berperan dalam membawa Liverpool menjuarai liga 2 kali berturut-turut di tahun 1922 dan 1923, walaupun hanya itu trofi yang dia peroleh selama di Liverpool, mungkin bila karirnya tidak terinterupsi oleh Perang Dunia II raihan trofinya akan lebih banyak lagi.
Selain sukses di tingkat domestik, ia terhitung berhasil juga di tingkat internasional, dimana saat itu ia memperkuat Irlandia sebanyak 31 kali.

Ray Clemence

Ada kiper yang cakap dan ada kiper hebat. Tapi sangat sedikit yang bisa dikatakan sama dengan Ray Clemence.
Di usia 18 tahun, Bill Shankly membawa Clemence ke Liverpool dari Scunthorpe United pada bulan Juni 1967, perlu waktu lebih dari satu tahun sampai Clemence melakukan debutnya di Liverpool.

Setelah melewati musim di tim cadangan, menunggu untuk mendapatkan di tim utama, menggantikan kiper pilihan pertama Liverpool saat itu, Tommy Lawrence. Clemence akhirnya diberi kesempatan di Piala Liga melawan Swansea, September 1968. Akhirnya transformasi di Liverpool pun terjadi dan Clemence menjadi penjaga gawang utama Liverpool.
Era 70-an menjadi babak penting dalam sejarah Liverpool dan saat itu Clemence yang membentuk dasar yang kokoh bagi Liverpool untuk mendominasi kancah domestik dan di Eropa. Debut liganya dimulai di pertandingan tandang ke Nottingham Forest pada bulan Januari 1970, dari sini semuanya dimulai untuk Clemence di gawang Liverpool.
Hebatnya, Clemence hanya melewatkan enam pertandingan liga dalam sebelas tahun ke depan. Mengambil gelar kehormatan liga berulangkali sepanjang era ini dan juga menjadi kiper Liverpool pertama yang memenangkan Piala Eropa, prestasi ini menjadi bukti kemampuannya untuk menjaga pintu gawang agar tertutup rapat di pertahanan Liverpool. Kita hanya cukup melihat musim 1978-79 di mana Clemence hanya kebobolan 16 gol saja sebagai bukti ketangguhannya.
Statistik berbicara dalam paragraf sebelumnya, tetapi tidak ada yang berani menyangkal Clemence adalah figur hebat di lini belakang untuk Liverpool. Ketika kiper lain pada waktu itu akan berpikir dua kali untuk jauh meninggalkan garis mereka, Clemence tidak akan ragu untuk keluar dari zona kenyamanan dan ikut memberikan tekanan pada striker lawan. Sebuah tren yang umum hari ini. Dia luar biasa tangkas untuk orang seukurannya. Dia bisa melompat, memutar dan mengubah refleknya dalam sekejap dan sanggup memetik bola di udara, jauh sebelum bola itu mendarat di kepala pemain lawan, dengan sangat mudah. Bahkan kadang-kadang hanya dengan satu tangan. Refleknya instan dengan konsentrasi bermain setajam silet.
Liverpool adalah kekuatan besar di Inggris dan di Eropa pada tahun 70-an, Ray Clemence bagian penting dari tim itu. Pemain dan legenda Liverpool sejati.

Pepe Reina

Banyak diantara kita yang masih sulit mempercayai bahwa Pepe,didatangkan hanya dengan harga 6 juta pound di musim panas 2005.
Setelah memulai karir mudanya di Barcelona, ia menghabiskan waktu pinjaman di Villarreal sebelum membuat kesepakatan permanen setelah menampilkan performa yang sangat baik di El Madrigal. Dari sana bahwa ia lalu dibawa oleh Rafa Benitez ke Anfield.
Kemampuan atletisnya, kekuatan dan reaksi saat itu sudah terlihat bagi para pengamat, ketika Rafa memulai revolusi Liverpool-nya untuk kemudian mengubah pertahanan Liverpool menjadi salah satu yang terkuat di Inggris.

Segera setelah kedatangannya – catatan kebobolan kiper Liverpool mulai membaik dengan cepat. Pada bulan Desember 2005 ia mempertahankan 6 clean sheet berturut-turut di Liga Premier – rekor baru Liverpool – dan kemudian melanjutkan untuk memperpanjang sampai 8 pertandingan.
Selama waktu ini ia juga memecahkan rekor clean sheet sepanjang masa Liverpool – 11 pertandingan tanpa kebobolan
Sebelum musim pertamanya selesai dia telah memperkuat Liverpool di 50 partai. Dalam kurun waktu itu dia memecahkan rekor klub paling sedikit kebobolan gol dalam 50 partai pertama. Catatannya sebanyak 29 partai mengalahkan saingannya – Ray Clemence dengan 32 partai. Pada akhir musim pertamanya ia dianugerahi penghargaan Sarung Tangan Emas oleh Liga Premier
Pada akhir musim 2006, di Final Piala FA, Reina menahan 3 dari 4 tendangan penalti West Ham di adu penalti. Jasanya membantu Liverpool memenangkan Piala FA musim itu.
Musim berikutnya ia membawa Liverpool ke final Liga Champions dengan dua penyelamatan yang mengesankan di dua partai semifinal melawan Chelsea. Penyelamatan spektakuler kembali diperagakan ketika ia menyelamatkan dua dari tiga tendangan penalti Chelsea di leg kedua partai semifinal. Pada akhir musim keduanya ia kembali memenangkan Sarung Tangan Emas dari Liga Premier.
2008 Pepe mendapatkan Sarung Tangan Emas-nya yang ketiga secara berturut-turut, dan ia menjadi kiper tercepat dalam sejarah Liverpool mendapatkan 50 clean sheet. Ia melakukannya dalam 92 pertandingan, tiga pertandingan lebih cepat dibandingkan saingan terdekatnya. Pada tahun 2009 ia menjadi kiper tercepat untuk mencapai 100 clean sheet – dalam partainya yang ke 197 bagi Liverpool
Ada banyak yang disukai para rekannya dari Pepe Reina. Semangat, dorongan dan keinginannya mewakili semua mentalitas klub Liverpool selama ini. Di luar lapangan dia dapat dikatakan telah menjadi bagian integral dalam membantu pemain baru menetap di Liverpool- dan merupakan salah satu figur berpengaruh di ruang ganti. Dia mungkin belum memiliki medali sebanyak para pendahulunya, tetapi kemampuan alaminya membantu transformasi Liverpool dalam segi pertahanan menjadi ebih kuat dalam tahun-tahun selama ia memperkuat klub ini.

Steven Gerrard Profile

Nama Lengkap : Steven George Gerrard
Tempat Lahir : Whiston, Inggris
Tanggal Lahir : 30 Mei 1980
Kebangsaan : Inggris
Posisi : Gelandang
Bermain di Klub : Liverpool

Steven George Gerrard (lahir di Whiston, Inggris, 30 Mei 1980; umur 29 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Inggris. Pria beringgi tubuh 188 cm ini bermain di Liverpool F.C. sejak tahun 1997 (meskipun debut profesionalnya baru terjadi pada 19 November 1998) sebagai pemain pengganti Vegard Heggem pada babak kedua saat liverpool bertanding melawan Blackburn Rovers.

Walaupun ia berposisi sebagai gelandang di klub sepak bola tersebut, sebenarnya ia dapat bermain di posisi mana saja seperti penyerang, gelandang ataupun bek. Bisa dibilang pemain ini berposisi serba bisa kecuali posisi kiper sepertinya halnya legenda sepak bola Irlandia Utara dan Manchester United yaitu George Best.

Di klub berjuluk The Reds ini, Gerrard mengenakan nomor punggung 8 sekaligus memegang ban kapten. Bersama Xabi Alonso, Jamie Carragher, dan Sami Hyypia ia telah menyumbangkan beberapa gelar juara untuk klub dari kota pelabuhan tersebut. Ia juga sangat disegani oleh penggemar-penggemar klub yang bermarkas di stadion Anfield tersebut, rekan-rekan setim di klub maupun timnas Inggris serta masyarakat Inggris secara keseluruhan. Tahun 2006 ia terpilih sebagai pemain terbaik di Inggris oleh Asosiasi Pesepak Bola Profesional Inggris (PFA).

Di tim nasional sepak bola Inggris ia memulai debutnya pada tahun 2000 dan hingga saat ini telah tampil sebanyak 67 kali dan mencetak 13 gol.

Gerrard akrab disapa dengan panggilan Stevie G.

Steven Gerrard memiliki 2 orang anak perempuan bernama Lily Ella dan Lexie. Ia juga telah menikah dengan seorang wanita bernama Alex Curran pada musim panas 2007.

Rabu, 07 Maret 2012

Squad Liverpool F.C 2012/2013

KIPER

1  B. Jones
25 Pepe Reina
32 Doni
42 P. Gulacsi

BEK

2 G. Johnson
3 José Enrique
5 D. Agger
6 Fábio Aurélio
16 S. Coates
23 J. Carragher
34 M. Kelly
35 C. Coady
37 M. Škrtel
38 J. Flanagan
49 J. Robinson
22 D. Wilson

GELANDANG

8   S. Gerrard
24 Joe Allen
14 J. Henderson
19 S. Downing
20 J. Spearing
21 Lucas Leiva
26 C. Adam
33 J. Shelvey
4   Nuri Sahin
10 Joe Cole
31 R. Sterling
49 Jack Robinson


STRIKER

7  L. Suárez

29 F. Borini
11 O. Assaidi
-- Samed Yesil
-- Adam Morgan


Pelatih: Brendan Rodgers
Formasi:4-3-3

Starting Line Up

25 Reina
2   G. Johnson
37 Skrtel
5  Agger
3  Jose Enrique
24 Joe Allen
8  S. Gerrard
21 Lucas Leiva
19 S. Downing
7  L. suarez
29 F. Borini

Selasa, 06 Maret 2012

Liverpool,The Reds,Anfield

Nama Klub: Liverpool F.C 

Berdiri: 1892

Alamat: Anfield Road, Liverpool L4 0TH England

Telepon: 0151.26.32.361

Faksimile: 0151.26.08.813

Surat Elektronik: customercontact@liverpoolfc.tv

Laman Resmi: http://www.liverpoolfc.tv

Ketua: Tom Werner

                                                Direktur: Ian Ayre

                                                    Stadion: Anfield


Sejarah Singkat
Salah satu klub tersukses di Inggris Raya. Didirikan pada 1892 akibat perseteruan John Holding dengan Everton FC, Liverpool menjelma kekuatan serius di kompetisi sepakbola Inggris. Klub sempat diberi nama Everton FC and Athletic Grounds, Ltd., atau diringkas Everton Athletic, namun FA menolak mengakui dua tim bernama Everton. Houlding pun akhirnya memilih nama Liverpool FC.

Tak butuh lama bagi Liverpool untuk mencicipi gelar di liga. Pada 1900/01, Liverpool sukses menjuarai Divisi Satu dan mengulanginya lagi lima tahun kemudian. Final Piala FA pertama dilakukan pada 1914, meski mereka dikalahkan Burnley 1-0. Liverpool sempat terseok-seok sebelum Bill Shankly datang sebagai manajer pada 1959. Shankly membenahi tim secara besar-besaran dan menggunakan sebuah ruangan bernama The Boot Room untuk menggelar rapat pelatih.

Kejayaan Liverpool bersama Shankly dilanjutkan Bob Paisley, yang antara lain sukses membawa The Reds merengkuh trofi Eropa pertama. Pada 1972/73, Liverpool menyabet Piala UEFA dan menyusul Piala Champions empat tahun berikutnya. Periode keemasan Liverpool pun dimulai. Sayangnya, catatan keemasan itu sedikit ternoda oleh insiden Heysel dan Hillsborough pada 1980-an. Kedua insiden mengerikan tersebut memakan korban nyawa penonton sepakbola dan masih terus dikenang hingga saat ini. Kali terakhir Liverpool menjuarai liga adalah musim 1989/90 dan sudah terlalu lama mereka menunggu untuk mencicipi sukses pertama di era Liga Primer. Kedatangan pelatih Kenny Dalglish diharapkan dapat mengulangi prestasi gemilang tersebut.

Catatan Prestasi

5 kali juara Liga Champions (1976/77, 1977/78, 1980/81, 1983/84, 2004/05)

3 kali juara Piala UEFA (1972/73, 1975/76, 2000/01)

3 kali juara Piala Super Eropa (1977, 2001, 2005)

18 kali juara Liga Primer - termasuk Divisi Satu lama (1900/01, 1905/06, 1921/22, 1922/23, 1946/47, 1963/64, 1965/66, 1972/73, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1985/86, 1987/88, 1989/90)